Pria Pakistan Divonis Mati Akibat Hina Agama Di Whatsapp

Akibat diduga menistakan agama


Pengadilan di Pakistan menjatuhkan hukuman mati untuk seorang pria Nasrani. Penyebabnya ialah seorang temannya menuduhnya mengirimkan sebuah pesan yang dirasa menghina Islam dan Nabi Muhammad melalui aplikasi WhatsApp.

Dilansir dari laman The Guardian, Sabtu (16/9), pria bernasib buruk itu ialah Nadeem James (35). Dia diciduk pada Juli tahun lalu sesudah temannya mengadu ke polisi bila mana James mengirim pesan menghina Nabi Muhammad S.A.W. Pengadilan Kota Gujarat membacakan putusan perkaranya pada Jumat kemarin.

Dalam sistem hukum di Pakistan yang sebagian besar memeluk Islam, delik penistaan agama ialah kejahatan serius dan ancaman ganjaran tertingginya ialah vonis mati. Kebanyakan kasus tersebut menjerat penduduk kalangan minoritas laksana Nasrani, Hindu, dan lainnya.

Kuasa hukum James, Riaz Anjum, menuliskan dia dan kliennya akan mengemukakan banding atas putusan itu.

Membicarakan agama di Pakistan dapat berujung kehilangan nyawa. Contohnya pada April tahun lalu. Seorang mahasiswa di suatu kampus di Mardan mempunyai nama Mashal Khan disiksa hingga tewas oleh sejawatnya, hanya karena berdebat soal agama di asrama. Polisi kemudian menangkap 20 mahasiswa ikut serta menyiksa mendiang Mashal.

Ketika seorang gubernur yang bernama Salman Taseer meminta undang-undang soal penistaan agama direvisi pada 2011, dia justeru dibunuh.

Sejak 1990 tercatat telah terjadi 67 pembunuhan diakibatkan oleh sangkaan penistaan agama. Namun, semua pelakunya belum terungkap